Yang Perlu Anda Ketahui Ketika Memompa Ban Sepeda

July 29, 2016 - 4 minutes read

Yang Perlu Anda Ketahui Ketika Memompa Ban Sepeda

Yang Perlu Anda Ketahui Ketika Memompa Ban Sepeda, pagi kawan goweser, mungkin memompa ban sepeda sering kali kawan anggap remeh, tapi apakah sahabat goweser tahu bahwa Ban Sepeda juga memegang peranan penting waktu gowes? Nah kali ini mimin ingin share singkat, semoga bisa membantu kawan-kawan goweser setanah air.

Ya, Cara termudah untuk menjaga sepeda Anda berjalan dengan baik adalah memeriksa tekanan ban sebelum anda melakukan setiap perjalanan. Tekanan angin yang tepat, tahan lama, dan memastikan tidak terjadi kebocoran. Menjaga ban pada tekanan yang tepat akan membantu ban sepeda Anda berumur lebih panjang, meminimalisir kerusakan roda yang harus setiap saat berbenturan dengan benda keras seperti batu jalanan misalnya.

Persiapkan selalu pompa sepeda Anda!

Pastikan Anda menggunakan pompa ban sepeda yang tepat. Sangat dianjurkan untuk tidak menggunakan selang tekanan udara/pompa yang banyak tersedia di SPBU yang tidak menunjukkan nilai tekanan yang dikehendaki, karena sangat memungkinkan overinflate (tekanan udara berlebihan) yang justru dapat menjadi pemicu kerusakan ban pada sepeda Anda.

Toko-toko sepeda saat ini sudah banyak yang menyediakan pompa sepeda portable berkualitas yang mudah digunakan dan aman. Anda juga mungkin memiliki inflator (pengukur tekanan angin ban) bertenaga baterai (yang biasa digunakan juga untuk mobil Anda) guna memastikan ban sepeda anda diisi tekanan angin yang cukup.

Jika anda belum memiliki pompa sepeda portable dan berniat membelinya, sangat disarankan Anda pastikan terlebih dahulu jenis katup ban sepeda, apakah jenis Schrader atau Presta.

Periksa tekanan

Bagaimana Anda tahu apakah tekanan angin pada ban sepeda Anda sudah ideal? Pada kebanyakan ban, tekanan yang direkomendasikan dicetak pada sidewall. Tekanan ban yang direkomendasikan sering ditulis dalam rentang misal “35-65 psi (pound per inci persegi)”.

BACA JUGA:  Sakit punggung? Gowes saja

Anda dapat melakukan trial error/percobaan dalam kisaran tekanan tertentu (masih dalam rentang angka tekanan yang direkomendasikan) untuk menemukan ukuran yang anda rasa terbaik untuk Anda. Kurang tekanan menawarkan pengendaraan yang lebih nyaman namun dengan konsekuensi rolling resistance lebih tinggi. Sebaliknya dengan tekanan udara lebih tinggi berarti rolling resistance berkurang dan artinya laju sepeda Anda lebih baik, namun aspek kenyamanan berkurang.

Jika Anda memompa ban berukuran 26 inci (umum digunakan pada jenis sepeda gununung/MTB off-road sepeda), Anda mungkin menemukan bahwa rentang tekanan yang lebih luas, yaitu “35-65 psi.” Hal ini karena ban ini dapat digunakan pada dan off road. Untuk yang pertama, 65 psi adalah angka tekanan yang cocok untuk jalan beraspal/raya/trotoar misalnya. Sementara untuk Off road silahkan gunakan rentang 35 sampai 40 psi, jauh lebih tepat karena lebih ideal dalam menyerap gundukan, batu dan akar yang lebih baik dan menawarkan traksi yang lebih besar untuk kontrol dan penanganan.

Cara memompanya..

Teknik memompa ban sepeda sangat sederhana kok, bahkan saya berpikir nggak perlu lah dijelaskan detailnya. Tapi baiklah, terkadang kita justru tidak boleh mengabaikkan hal-hal kecil seperti ini. Mulailah dengan membuka dan lepaskan tutup katup pertama jika tabung Anda memiliki mereka. Dan, jika Anda memiliki katup Presta (mereka memiliki tip knurled dan juga disebut “french” katup), Anda harus membuka katup dengan membuka dan menekan ujung cukup lama untuk membiarkan sejumlah kecil udara keluar (ingat untuk menutupnya kembali setelah memompa).

Kemudian, pasang pompa dan mulai memompanya, berhenti ketika pengukur menunjukkan bahwa Anda telah mencapai tekanan yang direkomendasikan. Ulangi dengan ban lainnya. Dan selesai, test lah sepeda anda dengan menaikinya. Pastikan Anda nyaman dengannya..

BACA JUGA:  Ban sepeda cepat kempes? Pakai ini saja