Traveling dengan sepeda lipat

July 30, 2016 - 3 minutes read

Traveling dengan sepeda lipat

Traveling dengan sepeda lipat. Kali ini mimin akan share sedikit bagaimana traveling dengan sepeda lipat. Sepeda lipat sangatlah praktis, bukan hanya karena kemudahannya yang bisa di bongkar pasang, tetapi untuk tipe-tipe tertentu sepeda lipat juga sangat ringan bahkan dapat di rakit untuk hal-hal lainnya.

Traveling dengan sepeda lipat

Nah, Kenapa mesti dengan Sepeda Lipat?kenapa gak bawa sepeda MTB aja atau Onthel tua gitu? Salah satu jawaban yang terlintas, “Abis sepeda lipat ringkas sih, gampang ditenteng kemana-mana, mudah dimasukin ke angkutan umum tanpa makan tempat”. Yup betul sekali, ketika Traveling dengan Sepeda Lipat, kita tidak perlu direpotkan dengan merakit sepeda, menyiapkan banyak tool ‘seabreg’, gak repot pokoknya.

Sobat bisa bawa seli ini di dalam bagasi bis, travel antar kota, gerbong kereta, atau bahkan di pesawat. Sampai tempat tujuan, dengan membawa serta si Seli ini kita bisa lebih hemat ongkos, kok bisa? misal kita hendak melancong ke Bandung, ongkos buat sewa mobil atau motor di sana kan lumayan gede, udah gitu macet pula. Dalam  kondisi seperti ini Sepeda Lipat bisa jadi alternatif murah+sehat juragan.

Lalu bagaimana caranya kita membawa serta Seli selama dalam perjalanan menggunakan angkutan umum? Nah..coba simak tips berikut.

  • tips membawa seli di bus : Jika memilih bus antarprovinsi, da­tanglah lebih awal ke terminal atau tem­pat keberangkatan untuk mengepak se­peda dengan rapi dalam bagasi. Laku­kan pengecekan secara berkala saat bus berhenti di rest area, untuk memastikan sepeda tetap pada tempatnya.
  • tips membawa seli ke gerbong kereta : Jika bepergian tanpa rekan, seli dapat diletakkan di bagian ujung gerbong ke­reta yang memiliki ruang kosong. Bila bepergian berombongan, dengan jumlah rekan lebih dari 3 orang, usahakan untuk membeli tiket dengan posisi tempat du­duk depan-belakang, sehingga seli dapat diselipkan di antaranya.
  • tips membawa seli di pesawat : Memasukkan sepeda ke pesawat, umum­nya tidaklah serumit kereta atau bis karena ada peraturan jelas mengenai ba­gasi. Timbanglah bobot sepeda dulu, agar dapat mengetahui kisaran harga atau kelebihan bobot yang mesti dibayarkan. Beberapa maskapai penerbangan eko­nomis (low cost carrier) menawarkan la­yanan “hanya membayar bagasi sesuai bo­bot yang diperlukan.” Gunakan fasilitas ini dengan teliti. Catatan penting, kem­piskan angin ban sekitar 50% untuk meng­­hindari pecah akibat perbedaan tekanan udara.

Nah, gimana kawan? so simple bukan? Semoga  tips traveling dengan sepeda lipat ini dapat bermanfaat ya. Salam goweser buat para pecinta sepeda lipat setanah air 🙂

BACA JUGA:  Benarkah bersepeda saat haid dapat memperparah gangguan kesehatan?