Tips ngerem saat bersepeda di gunung

September 14, 2015 - 6 minutes read

Tips ngerem saat bersepeda di gunung

Kebanyakan goweser berpikir bahwa teknik pengereman bukan merupakan salah satu faktor dalam meningkatkan skill. Yang ada dalam pikiran kebanyakan goweser adalah, “Ketika mengerem, sepeda akan melambat”. Benarkah demikian?

Pola pikir seperti di atas ternyata tidaklah benar. Jika Anda belajar lebih mengenai teknik pengereman dengan benar, hal tersebut dapat meningkatkan kemampuan dalam mengendalikan sepeda dan bahkan juga meningkatkan kecepatan. Berikut adalah beberapa tips dalam menggunakan rem saat ber-MTB ria.

Posisi Rem

Sebelum banyak menerapkan tips mengerem, langkah yang paling penting adalah penempatan brake lever pada posisi yang benar. Ketika sedang dalam posisi siaga (berdiri di atas sadel, berat badan ke depan, dan dada direndahkan), pastikan pergelangan tangan Anda lurus dengan lengan, jari, dan tuas rem (brake lever). Pastikan tidak ada tekukan pada pergelangan tangan karena secara alami posisinya berada dalam garis lurus.

Gunakan Kedua Rem (Depan & Belakang)

Banyak pesepeda pemula yang terguling ke depan karena menggunakan rem depan saat ber-MTB ria. Dari kasus ini, banyak orang yang menyimpulkan bahwa penggunaan rem depan adalah berbahaya dan bergantunglah hanya pada rem belakang untuk mengontrol laju sepeda.

Ternyata pola pikir tersebut salah. Ketika menghadapi turunan yang secara naluriah membutuhkan pengereman, gaya gravitasi akan menarik pesepeda sehingga lebih banyak kekuatan yang diarahkan ke roda depan. Konsekuensinya adalah rem depan memiliki pengaruh sebesar 70% (sisanya milik rem belakang) untuk pengereman.

Tidak percaya? Mari buktikan sendiri :
Turuni bukit sedikit licin dan berikan 2 buah garis (garis start dan garis pengereman). Pada percobaan pertama, jalankan sepeda dan gunakan hanya rem belakang saat melewati garis pengereman. Tandai dimana akhirnya Anda berhenti. Ulangi langkah tersebut pada percobaan kedua dengan hanya menggunakan rem depan. Dari percobaan tesebut akan ditemukan fakta bahwa dengan hanya menggunakan rem depan Anda mampu berhenti dalam waktu lebih pendek daripada hanya menggunakan rem belakang. Jika ingin mencoba penggunaan kedua rem secara bersamaan, didapatkan waktu yang lebih cepat daripada hanya menggunakan rem depan.

BACA JUGA:  Mengapa tubuh lemas atau pusing setelah gowes?

Inti dari percobaan di atas : Untuk pengereman yang efektif, gunakan kedua rem (depan & belakang). Karena jika hanya menggunakan rem depan adalah sebuah awal dari bencana. Sedangkan ketika menggunakan keduanya, rem belakang akan menyeimbangkan bagian depan sepeda dan membuat pengereman menjadi lebih aman.

Hindari Skidding

Kesalahan kedua yang sering dilakukan oleh pemula adalah skidding. Kebanyakan dari mereka berpikir bahwa skidding adalah cara terbaik untuk menghentikan laju sepeda. Hal tersebut ternyata salah karena :

Anda tidak bisa berhenti secepat mungkin,
Untuk menghindari skidding, jangan mengunci rem belakang. Rasakan tekanan yang diberikan oleh tuas rem (brake lever) kepada kampas (pad). Dengan latihan, Anda dapat mengontrol seberapa besar pengereman dalam kondisi tertentu.

Rem dengan Satu Jari

Menggunakan lebih dari 1 jari untuk pengereman hanya dibutuhkan pada rem lama (V-Brake, Canti Lever, dll). Penggunaan disc brake terutama rem hidrolis mampu memanjakan Anda dengan hanya menggunakan 1 jari untuk pengereman yang efektif. Tak hanya rem hidrolis, rem mekanis pun kini kebanyakan bisa digunakan secara efektif dengan hanya 1 jari.

Lalu, 1 jari untuk jari apa? Itu terserah Anda. Gunakan 1 jari apapun yang Anda anggap paling efektif untuk pengereman. Ketika sudah terbiasa menggunakan jari tersebut, pastikan posisi ujung lever mudah dijangkau olehnya.

Rem Sebelum Tikungan, Jangan Saat Menikung

Ada banyak alasan untuk menghindari mengerem saat berbelok, terutama ketika ban kekurangan gaya geseknya. Dengan mengerem sebelum tikungan, Anda tidak perlu mengerem saat menghadapi tikungan. Dengan demikian fokus dapat diarahkan pada cornering dan kemampuan traksi ban juga akan maksimal. Jika dilakukan dengan benar, Anda akan keluar dari tikungan dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada saat memasuki tikungan. Fakta tersebut sangat benar terutama ketika Anda menghadapi tikungan berm.

BACA JUGA:  Bersepeda dengan pasangan ternyata lebih memberikan banyak manfaat.

Jika memang terpaksa harus mengerem saat tikungan, jangan gunakan rem depan. Menggunakan rem depan saat menikung dapat membuat Anda kesulitan dalam mengontrol sepeda bagian depan. Solusinya, gunakan rem belakang tanpa harus membuatnya skid karena kehilangan kontrol bagian belakang sepeda lebih mudah untuk dikendalikan.

Jangan Mengerem Terlalu Sering

Kebanyakan pemula akan mengerem sepedanya hingga nyaris berhenti ketika berhadapan dengan turunan yang berat. Hal ini pada dasarnya kurang tepat karena jika laju sepeda makin cepat, maka kekuatan gyroscopic yang dihasilkan oleh roda akan semakin besar. Hal yang mudah dibayangkan, “Ketika roda berputar cepat, dia tidak akan berbelok-belok sendiri. Berbeda ketika roda bergerak lambat, dia akan lebih mudah berbelok-belok dengan sendirinya.”

Namun hal tersebut bisa disanggah ketika kemampuan Anda dalam menyeimbangkan sepeda terbilang cukup dan bahkan lebih. Pada dasarnya, Anda harus bersepeda dengan kemampuan mengontrol sepeda yang mantap.

Kesimpulan.
Teknik-teknik diatas adalah langkah-langkah yang dapat dijadikan pedoman sebagai bahan latihan. Semoga dengan tips dan teknik-teknik diatas, kemampuan untuk mengontrol sepeda MTB anda meningkat, salam gowes untuk goweser!