Tips gowes mania

February 15, 2016 - 4 minutes read

Tips gowes mania

kegiatan gowes saat ini memang merupakan kegiatan yang sangat digemari, bahkan oleh semua kalangan hingga kalangan artis, namun ada pula komunitas-komunitas yang memang melakukan kegiatan rutin dalam bergowes. Seperti biasa kali ini saya mencoba berbagi tips bagaimana memksimalkan gowesan kita, agar tetap sehat dan dapat terus bergowes.

Duduk dalam posisi aerodinamis di atas tunggangan Anda saat mengendalikan sepada balap (road bike) adalah cara paling murah dan efisien untuk meningkatkan performa, ketimbang menguras puluhan juta rupiah dari dompet untuk membeli tunggangan yang berbobot lebih ringan. Kesempurnaan Anda duduk di atas sadel memungkinkan Anda mengayuh lebih jauh dan makin cepat.

Bagaimanakah posisi duduk yang sempurna? Jawabannya: Relatif. Mengapa? “Sebagai indvidu, kita semua sangat berbeda antara satu dengan yang lain. Masing-masing memiliki ukuran lengan, kaki, torso, dan bagian tubuh lain yang berbeda. Akibatnya, apa yang nyaman buat Anda, belum tentu terasa sama bagi yang lain,” kata Jim Langley, editor freelance di Bicycling Magazine.

tips sehat gowes

Namun, selalu ada pakem yang bisa Anda jadikan panduan. Pakem-pakem tersebut bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan Anda saat bersepeda, mendongkrak efisiensi ketika mengayuh pedal, menambah penguasaan (kendali) terhadap tunggangan, dan meminimalkan risiko cedera!

Tinggi sadel. Ketinggian sadel diukur dari bagian teratas jok sadel hingga ke pedal ketika berada di bagian bawah. Ketika pedal berada di bawah, seharusnya posisi kaki Anda tidak benar-benar lurus, tertekuk sekitar 25° dari posisi lurus. Jika kurang dari itu, berarti Anda tak memberikan kesempatan pada kaki untuk bekerja maksimal di titik paling efisiennya. Sementara, sudut tekukan yang terlalu besar akan mengganggu irama kayuhan Anda.

BACA JUGA:  Jangan kaget ya. Ini lho gaji penjual minuman keliling

Posisi lutut saat mengayuh. Posisi ini perlu Anda pertimbangkan dengan benar. Untuk mengujinya, tahan pedal di posisi horisontal. Garis tegak lurus dari bagian tengah persendian lutut seharusnya pada posisi vertikal di atas, atau sedikit di belakang poros crankarm. Jika posisi lutut berada di depan poros, kondisi ini akan memaksa Anda keluar dari posisi sempurna saat mengayuh dengan keras.

Jangkauan lengan. Inilah jarak antara bahu dengan top break lever ketika Anda menunggang sepeda dalam posisi tegak. Posisi jangkauan lengan yang tepat akan membuat Anda duduk pada sudut 45° dari top tube sepeda Anda. Posisi yang tepat akan mengurangi ketegangan otot yang terjadi di leher dan punggung.

Tangan di Handlebar. Sebaiknya posisikan handlebar sedikit di bawah ketinggian sadel. Tapi, jangan terlalu rendah karena bisa memicu rasa nyeri pada pungung bawah dan bahu. Ketepatan pengaturan akan membuat siku Anda tertekuk secara proporsional, yang membuat posisinya nyaris horisontal dengan lengan depan. Posisi ini bagus untuk membantu Anda meredam getaran saat melaju di jalan raya.

Telapak kaki di pedal. Posisi kaki ditentukan oleh pengaturan shoe cleat. Intinya, ujung kaki harus berada di atas kumparan pedal untuk menghasilkan efisiensi yang maksimal dan mengurangi risiko cedera. Posisi yang tak tepat bisa membuat kaki bergerak tak alami, sehingga mengurangi performa Anda sekaligus meningkatkan risiko cedera. Shoe cleat yang diposisikan terlalu jauh ke depan juga bisa menyebabkan gerakan engkel yang berlebihan, dan memungkinkan Achilles Anda terlalu tegang.

Ukuran rangka sepeda. Pilih ukuran rangka sepeda yang tepat. Produsen membuat beragam ukuran dan memproduksi sepeda yang khusus didesain bagi pria maupun wanita. Ukuran sepeda yang tepat akan membantu Anda. Semoga artikel kami diatas dapat membantu para gowes mania yang ingin bergowes dan sehat.

BACA JUGA:  Gowes ke tempat kerja dapt menurunkan risiko meninggal dini