Sepeda yang cocok untuk gowes

September 6, 2015 - 2 minutes read

Sepeda yang cocok untuk gowes

Sepeda yang cocok untuk gowes adalah sepeda yang tahan banting dan paling kuat disegala medan, mengapa demikian? Disaat hobby gowes atau kegiatan bersepeda mulai digemari oleh berbagai kalangan, tidak bisa di pungkiri bahwa hal ini mampu membawa keinginan kita untuk mencoba menyelami hobby gowes tersebut dan merasakan manfaat dari gowes atau bersepeda, buat kesehatan kita tentunya. Selain dapat membuat tubuh sehat, gowes atau kegiatan bersepeda ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi pencemaran udara akibat kendaraan bermotor.

Dari berbagai macam jenis sepeda yang ada, sepeda yang cocok digunakan untuk gowes adalah sepeda MTB atau sepeda gunung.

Mengapa sepeda MTB? karena Sepeda MTB sudah menjadi ras sepeda yang mempunyai penggemar paling stabil dari jaman ke jaman bahkan saat fixie dan low rider menjadi booming, bagaimana tidak sepeda MTB adalah satu-satunya sepeda yang cocok untuk segala medan dan “bandel”, mungkin karena diciptakan murni untuk aktifitas outdoor dan lintas alam, seperti menuruni bukit dan jalan terjal sehingga dari jaman ke jaman desainnya semakin kuat, nyaman, dan tentu saja stylish. Variant sepeda MTB sangat banyak dengan bentuk yang luarbiasa stylish dan sporty.

Sepeda MTB berdasarkan fungsinya dapat dibagi dalam 5 (lima) jenis: cross country (XC), all mountain (AM), free ride (FR), down hill (DH), dan dirt jump (DJ). Jika kalian adalah para goweser pemula maka pilihlah sepeda MTB jenis cross country (XC), karena jenis sepeda XC ini memang dirancang untuk medan yang tidak terlalu ekstrem (ringan), sepeda jenis ini hanya mempunyai suspensi depan atau tanpa suspensi sama sekali. Karena hanya memiliki suspensi depan. Biasanya sepeda gunung jenis ini dikategorikan sebagai hardtail frame. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh ditanjakan, di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan. Sepeda jenis ini sangatlah disarankan bagi pemula yang ingin memulai bermain MTB.

BACA JUGA:  Gimana sih cara pilih sepeda gunung yang tepat? (part 2)