Sepeda ideal untuk bike to work

August 26, 2016 - 4 minutes read

Sepeda ideal untuk bike to work

Sepeda ideal untuk bike to work. Mungkin sahabat goweser jadi bertanya-tanya sebenarnya sepeda apa sih yang ideal untuk dipaka bike to work? Jawabannya sebenarnya cukup relatif, tergantung dari jalan yang dilalui. Karena aktivitas bike to work sejatinya merupakan aktivitas rutin harian kita membutuhkan sepeda ideal dan handal untuk melakukannya, meski sebagian rekan memang masih B2W sepekan sekali.

Trek dengan Kondisi Dominan Jalan Rusak

Untuk medan dengan kondisi jalan banyak yang rusak paling aman menggunakan sepeda jenis Hybrid dan MTB. Sepeda hybrid memang mempunyai banyak keunggulan untuk B2W, karena tapak banyak relatif agak lebar, biasanya ukuran 700 X 35 – 38, sehingga masih berani melewati jalan yang tidak rata, apalagi jika ditunjang dengan penggunaan suspensi depan juga.

Lingkar rodanya yang berukuran 700c menjanjikan laju kecepatan yang cukup tinggi. Untuk sepeda jenis MTB yang biasanya menggunakan ukuran ban yang lebar, ukuran 26 X 1.75 – 2.10 sangat handal untuk melibas jalan rusak dan berlubang. Apalagi jika memakai suspensi depan maupun belakang. Kelemahan dari sepeda MTB untuk B2W adalah bobotnya yang lebih berat dan efisiensi kayuhan yang berkurang karena tapak ban yang lebar rolling resistantnya tinggi, lingkar roda yang lebih kecil (26 dan perlawanan gaya hentak saat mengayuh yang diakibatkan oleh penggunaan suspensi depan dan belakang (bobing).

Sementara penggunaan ban dengan ukuran tapak lebih kecil, misal 26 X 1.38 – 1.50 sangat membantu karena dengan ukuran ban itu masih memungkinkan untuk melewati jalan jelek dan efektifitas kayuhan masih relatif tinggi. Untuk ukuran 26 X 1.00 – 1.25 menurut sejumlah rekan di BIKE TO WORK INDONESIA kurang direkomendasikan karena mudah bocor untuk jalan rusak, kecuali yang memiliki fitur anti puncture, namun dengan harga cukup mahal.

BACA JUGA:  Yang Perlu Anda Ketahui Ketika Memompa Ban Sepeda

Trek dengan Kondisi Dominan Jalan Mulus

“Untuk medan dengan kondisi jalan mulus bisa menggunakan sepeda jenis City Bike, road bike (disarankan yg memakai stang flat bar, karena jika menggunakan drop bar akan cukup merepotkan ketika membawa tas punggung), Hybrid dan sepeda lipat”, demikian Saran Rekan Agung Baskoro dari Bike to Work Indonesia.

Jika kita menginginkan efisiensi penggunaan tenaga dan waktu direkomendasikan memakai road bike dan hybrid, karena biasanya 2 jenis sepeda ini memakai lingkar roda 700c sehingga kayuhan kita lebih sedikit untuk jarak yang sama dibandingkan lingkar roda 26’, 20’ dan 16’. Selain itu road bike dan hybrid biasanya mempunyai chain wheel depan yang besar (sampai 52T) dan gear sprocket belakang yang kecil (sampai 11T). Dua jenis sepeda tersebut di atas juga memiliki ukuran tapak ban yang kecil, sehingga rolling resistant terhadap permukaan jalan juga lebih kecil.

Tetapi untuk ukuran ban yang sempit memperbesar resiko lebih mudah bocor. Terutama jika terkena pecahan kaca yang kecil-kecil. Untuk City bike cukup ok juga terutama dari sisi kenyamanan tapi lajunya masih kurang cepat karena biasanya ukuran chain wheel depan medium dan gear sprocket belakang yg kurang kecil (biasanya terkecil 14T). Untuk sepeda lipat? Sangat ideal terutama bagi yang menerapkan mix commuting dan kepraktisan saat parkir karena bisa dilipat dan di bawa ke dalam ruangan, kekurangannya terletak pada ukuran lingkar roda yang kecil sehingga laju dan efisiensi kayuhan relatif kurang.

Trek dengan Kondisi Kombinasi Jalan Mulus dan Rusak

Untuk B2W dengan kondisi jalan campuran antara mulus dan rusak direkomendasikan menggunakan sepeda Hybrid, sebagaimana keunggulan-keunggulannya telah dijelaskan sebelumnya. Sesuai dengan gelar yang disandangnya ‘Hybrid’ tipe jenis sepeda ini memang dirancang untuk mengakomodir dua medan sekaligus yang berbeda, light off-road dan on-road biking.

BACA JUGA:  Kesalahan goweser saat bersepeda

Meski demikian, pilihan tetap ada di tangan kawan goweser untuk menentukan sepeda ideaul untuk bike to work mana yang akan sahabat goweser pilih. Nah sekian artikelnya semoga bermanfaat, salam gowes!! 🙂