Pertolongan pertama patah tulang saat bersepeda gunung

November 3, 2015 - 8 minutes read

Pertolongan pertama patah tulang saat bersepeda gunung

Selamat pagi, kali ini mimin elementmtb akan berbagai sedikit tips dan trik tentang sepeda element, ups… salah tentunya tips dan trik yang harus goweser ketahui apabila terjadi hal tidak diinginkan kepada teman kita, orang lain disekitar kita, anggota goweser kita, ataupun siapa saja. artikel dibawah diharapkan dapat menjadi bahan wacana buat kita semua juga. yukk mari kita lihat.

Patah tulang, merupakan fenomena umum di antara mereka yang berkegiatan luar ruang. Hampir semua yang ada di luar ruang lebih keras dan jauh lebih tahan patah dibanding tulang Anda (contoh: batu, pohon, dan tanah). Ada dua jenis patah tulang dasar: kompleks dan sederhana.

Patah Tulang Kompleks
Yang merupakan patah tulang kompleks, apabila tulang menusuk ke kulit, atau kulit menjadi sobek di area tulang yang patah, baik hingga tulang terlihat atau tidak. Hal ini tidak termasuk sobekan kecil atau lecet di area patah tulang. Satu-satunya pembeda nyata ialah patah tulang kompleks lebih cepat terkena infeksi.

Patah Tulang Sederhana
Ya, patah tulang sederhana apabila tidak ada tulang yang menembus kulit dan tidak ada kulit yang terkoyak di area patah tulang.

Tip Pencegahan

Karena patah tulang merupakan hasil dari kecelakaan yang tidak direncanakan, berhati-hatilah dengan kemungkinan terjatuh atau dijatuhi, usahakan mencegah terjadinya jatuh.

Penanganan
Jadi apa yang akan Anda lakukan saat seorang kawan patah kaki? Pertama, ambil nafas panjang, dan usahakan jangan melempar sepeda, karena pemandangan anggota tubuh tertekuk pada sudut yang tidak biasa atau suara tulang yang berkeretak satu sama lain bisa cukup memualkan. Selalu, berpikir “A-B-C” (A-Airway, B-Breathing, C-Circulation), lalu pindahkan korban (atau Anda sendiri) ke tempat kering, hangat dan aman, lalu posisikan area cedera sedemikian rupa sehingga rasa sakit minimal. Segera setelah tulang patah, tubuh memberi respon pertahanan diri yang hasilnya adalah pembengkakan hebat di area cedera. Hal ini bisa jadi petunjuk utama terjadi patah tulang. Kemudian, Anda perlu melihat area cedera dan juga anggota tubuh (misal terjadi patah tulang ekstrim) hingga ke jari jemari. Penting karena kadang tulang yang patah bisa berpindah tempat.

BACA JUGA:  Sepeda yang cocok untuk gowes

Maksud berpindah tempat, bagian tulang yang patah tidak lagi di tempatnya yang normal dan dalam keadaan lurus seperti semula. Hal tersebut bisa menyebabkan bagian yang patah menjadi kaku, tersumbat, atau bahkan memotong pembuluh darah di dalam anggota tubuh.

Mengapa hal ini penting? Karena patah tulang biasanya tidak secara darurat mengancam nyawa atau anggota tubuh. Anda bisa berhari-hari tidak membawa korban untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat tanpa konsekuensi negatif apapun. Namun, jika pembuluh darah (dalam hal ini arteri) tersumbat, orang mungkin akan kehilangan anggota tubuh setelah satu jam iskemia (tidak ada aliran darah). Contoh: Apabila seorang kawan patah tungkai dan Anda tidak berhasil menemukan denyut nadi kaki, Anda perlu segera ingat tentang tersumbatnya pembuluh darah. Sebagai pembanding, rasakan denyut nadi dari kaki yang lain (atau lengan, jika lengan yang patah). Jika Anda tidak bisa merasakannya juga, maka kemungkinannya satu dari tiga: (1) Anda meraba di tempat yang salah (2) Korban dalam kondisi syok, dalam kasus ini arteri periferal (letaknya di pergelangan kaki atau tangan) akan terasa terjepit dan sulit dirasa, atau (3) Korban kedinginan, yang pada kedua kasus arteri akan terjepit.

Jika denyut nadi di bagian yang cedera tidak ada atau menghilang, atau jika kaki atau lengan menjadi dingin atau membiru dibandingkan bagian yang sehat, Anda perlu mengalihkan, atau menarik ujung yang patah atau menopang dan membebat anggota tubuh sedemikian rupa sehingga arteri tidak kembali tertekan selama perjalanan ke rumah sakit. Namun proses ini mungkin tidak akan mempererat persahabatan dengan korban karena rasa sakitnya luar biasa dan perlu dilakukan seefisien dan secepat mungkin. Jika ada yang punya perileks otot (Valium, Flexeril, dll.) atau pereda rasa sakit (Demerol, ibuprofen, dll.), sekarang saat yang baik bagi korban mengonsumsinya. Beri waktu sekitar 20 menit bagi obat untuk bekerja, gunakan sesuai petunjuk, jangan mencampur obat, dan pastikan korban tidak alergi terhadap obat-obatan tersebut. Siapkan bahan penopang dan pembebat.

BACA JUGA:  Manfaat bersepeda bagi anak

Coba sebelumnya terhadap diri sendiri sehingga Anda tidak mencoba-coba terhadap kawan yang malang sementara ia berteriak kesakitan. Coba pikirkan apa yang ada di kotak persediaan yang bisa digunakan untuk menopang dan membebat. Membebat dengan bantalan tidur (Ensolit, atau sesuatu yang biasanya bisa ditiup) dengan sangat erat di sekitar area yang patah sementara kawan lain memegangi anggota tubuh yang patah agar tidak bergerak biasanya bisa berhasil. Dengan kata lain, tarik lengan atau kaki orang yang cedera hingga denyut nadi kembali, kemudian tempatkan tongkat lurus, tongkat hiking atau lainnya pada kedua sisi pembebat, lalu bungkus semua dengan selotip atau lainnya. Jangan terlalu erat! Anda tidak mau malah mempersempit pembuluh darah akibat membebat terlalu erat. Periksa denyut nadi setelah membebat.

Jika alat pembebat tidak tersedia, maka cari pengganti dengan apa yang ada, namun pastikan Anda membebat dengan baik. Ingat, Anda harus menjaga bagian yang patah tidak bergerak satu sendi di atas dan satu sendi di bawah area yang patah. Bila tidak, tulang yang patah akan bergesekan satu sama lain. Bagian bawah tungkai yang patah, sebagai contoh, maka Anda perlu mencegah gerakan pada lutut dan pergelangan kaki. Hal tersebut akan menghasilkan tungkai lurus: korban perlu seseorang sebagai penopang agar tungkai yang cedera tidak terbebani atau ditandu.

Jika tulang mencuat keluar atau ada sobekan besar di area tulang yang patah, tutupi dengan perban atau sapu tangan pada area yang terbuka lalu plester sebelum menopang dan membebat. Jangan mengoprek atau membersihkan luka. Penekanannya di sini adalah menopang dan membebat, kemudian membawa korban atau menunggu pertolongan.

Ada beberapa ratus tulang pada tubuh, jadi jelas kita tidak dapat menerapkan mekanisme pembebatan yang sama untuk semua, namun konsepnya tetap sama. Berikut beberapa kondisi yang khusus

BACA JUGA:  Berani gowes antar kota/ negara?

Patah Tulang Selangka (Tulang Bahu/Kerah):
Patah macam ini biasanya terjadi setelah tersungkur di wajah saat downhill 15% jalur menurun. Patah tulang biasanya jelas terlihat karena terjadi pembengkakan (sebesar buah lemon) pada tulang selangka. Rasa sakit yang hebat dan ketidakmampuan untuk ngupil merupakan diagnosanya.

Penanganan
Jangan coba-coba menopang patah tulang jenis ini, tidak akan berhasil, malah menyebabkan rasa sakit yang sangat. Tempatkan lengan pada tubuh dengan siku terlipat 90 derajat, lalu bebat tubuh bersama lengan sehingga lengan tidak bisa bergerak. Jangan terlalu erat.

Semoga artikel diatas dapat menjadi wacana bagi para goweser untuk tetap selalu berhati2 dimanapun anda berada waktu gowes, semoga artikel diatas juga dapat menjadi bahan pengetahuan baik untuk menolong orang atau sesama kita nantinya 🙂 salam gowesss!