Mitos dan fakta seputar bersepeda

October 17, 2015 - 3 minutes read

mitos dan fakta bersepeda

Mitos Dan Fakta Seputar Bersepeda

Sebagian orang memahami bahwa bersepeda memberikan manfaat yang besar untuk kesehatan dan lingkungan sekitar. Namun pada kenyataannya masih ada juga segelitir orang yang enggan bersepeda karena mempercayai mitos-mitos yang tidak benar seputar bersepeda. Nah, apa sajakah mitos dan fakta seputar bersepeda tersebut? Yuk, simak rangkumannya berikut ini, karena mitos-mitos itu perlu diluruskan pemahamannya.

1.Bersepeda membuat betis menjadi besar

Mitos ini umumnya membuat kaum wanita enggan untuk bersepeda. Betis yang besar tentunya cukup mengganggu bagi kaum wanita saat harus mengenakan rok pendek. Padahal faktanya tidaklah demikian. Bersepeda tak membuat betis menjadi besar. Jenis olahraga yang bisa membuat betis besar adalah jenis olahraga angkat beban. Sedangkan bersepeda hanya akan membuat otot menjadi kencang seperti halnya jenis olahraga kebugaran atau aerobik.

2. Bersepeda bisa memicu terjadinya serangan jantung

Jika bersepeda dilakukan dengan cara yang tepat, maka kegiatan bersepeda justru menekan resiko terkena penyakit jantung bahkan hingga 50%. Bersepeda yang dilakukan secara teratur akan melatih otot-otot jantung menjadi lebih kuat. Lakukanlah kegiatan bersepeda secara teratur dengan intensitas kayuhan tidak lebih dari 80% denyut nadi maksimal. Ikuti pula pola hidup sehat dengan menghindari rokok, stress, beristrahat dengan cukup dan olahraga berat sehingga resiko serangan jantung semakin berkurang.

3. Pesepeda (goweser) menghirup polusi di jalanan lebih banyak

Mitos inilah yang seringkali membuat banyak orang enggan untuk mengendarai sepeda di tengah kota besar. Padahal resiko menghirup polusi udara di jalan bisa diantisipasi dengan menggunakan masker penutup hidung seperti yang digunakan pengendara sepeda motor. Mitos dan fakta seputar bersepeda ini tentunya harus dipahami oleh semua orang. Justru gerakan bersepeda akan mendorong semakin banyak orang untuk bersepeda sehingga mengurangi polusi udara di jalanan.

BACA JUGA:  Pilih sepeda seperti ini untuk mereka yang memiliki berat badan berlebih

4. Bersepeda bisa merusak selaput dara pada wanita

Mitos yang satu ini tak perlu membuat para gadis muda takut menekuni hobi bersepeda. Sebab faktanya tidaklah benar. Tekanan pada area kewanitaan bisa dikurangi dengan memilih sadel yang nyaman yakni sadel yang terbuat dari gel ataupun busa. Sekarang ini juga sudah tersedia bentuk sadel dengan cekungan pada bagian depan hingga bagian tengah. Jika kaum wanita salah memilih sadel, maka kemungkinan yang terjadi adalah rasa kebas pada organ intim kewanitaan ataupun lecet.

5. Bersepeda membuat tubuh cepat lelah

Mitos ini harus disingkirkan jauh-jauh dari benak setiap orang. Jika Anda sama sekali tak pernah bersepeda, wajar saja pada hari pertama akan merasakan lelah dan pegal-pegal. Terlebih bila sebelum bersepeda tidak dilakukan peregangan sama sekali. Namun jika kegiatan bersepeda dilakukan secara rutin, justru efek yang dirasakan adalah tubuh yang menjadi lebih bugar, sehat dan tidak mudah sakit. Di masa-masa awal bersepeda, sebaiknya mulailah dengan jarak yang pendek saja sebanyak satu kali atau dua kali seminggu. Setelah itu secara bertahap tambahkan waktu bersepeda tiga kali sampai lima kali seminggu sehingga tubuh pun semakin terbiasa.

sumber : http://gowesbike.com/blog/6-mitos-dan-fakta-seputar-bersepeda-yang-wajib-diketahui