Mengapa tubuh lemas atau pusing setelah gowes?

July 12, 2017 - 1 minute read

Salah satu penghambat terbesar pada hari perlombaan atau acara utama bersepeda adalah salah satu bentuk karbohidrat yang dapat tersimpan di dalam otot, atau orang biasa sebut dengan glikogen. Glikogen ini akan digunakan oleh goweser untuk mengayuh sepeda gunung (sekitar 2000 kkal untuk pria dewasa).

Untuk beberapa orang yang melakukan aktivitas fisik, seperti gowes, mereka akan menggunakan sumber energi dari glikogen dan juga lemak. Namun akan menimbulkan masalah jika glikogen dalam tubuh tersebut digunakan terlalu cepat. Setelah kurang lebih selama 90 menit hingga 2 jam bersepeda, simpanan 2000 kkal glikogen tersebut akan habis digunakan, yang jadinya akan membuat tubuh kita menjadi lemas. Tidak hanya itu saja, glikogen sebenarnya juga mempunyai fungsi lainnya selain menjadi sumber energi, yaitu untuk menjalankan fungsinya agar otak bekerja secara normal. Oleh karena itu, jika sumber glikogen sudah habis, maka kita bisa merasa pusing setelah gowes sepeda gunung.

Karena itu, tubuh juga akan menjadi lemas dan pusing jika kita gowes terlalu lama. Jika sebelum gowes kita memakan makanan sumber karbohidrat, maka sebaiknya gowes tidak terlalu lama, selama kurang dari 90 menit atau kalian juga bisa istirahat sejenak sebelum gowes kembali.

Tapi, ternyata ada lho cara yang bisa kalian siasati untuk dapat gowes seharian tanpa merasa lemas atau pusing. Baca post selanjutnya ya.

BACA JUGA:  Teknik Bersepeda di Pegunungan