kesalahan bersepeda yang sering ditemukan

January 27, 2016 - 5 minutes read

kesalahan bersepeda yang sering ditemukan

Bersepeda adalah hobi yang sangat menyenangkan. Selain menyehatkan bersepeda juga membuat kita sebagai goweser merasa lebih bahagia. Menurut Erric Moris dari Clemson Unversity di South Carolina “Kami menemukan bahwa orang yang terbiasa naik sepeda gunung memiliki mood yang lebih baik dibandingkan dengan kendaraan lainnya. Orang yang mengendarai sepeda gunung juga terlihat lebih muda dan sehat secara fisik”

Namun, dibalik hobi bersepeda yang seru dan mengasyikkan tersebut saya sering melihat para goweser yang sering melakukan kesalahan. Memang kalau dilihat dan mimin bilang kesalahan tidak fatal atau parah sekali jika goweser tersebut hanya bersepeda jarak pendek. Namun akan beda halnya jika goweser tersebut berniat untuk mengayuh sepedanya hingga jarak beberapa puluh kilometer atau sampai beberapa ratus kilometer. Tentu dengan kesalahan-kesalahan tersebut akan menimbulkan efek di tubuh si goweser. Apa saja sih kesalahan-kesalahan umum yang para goweser sering lakukan?? Terutama para goweser pemula ataupun yang masih awam menggunakan sepedanya. Berikut ini mimin sampaikan 5 kesalahan umum saat kita bersepeda.

1. Tidak Mengatur Ketinggial Sadel

Ini kesalahan pertama yang sering saya temukan pada goweser-goweser pemula. Mereka tidak mengatur ketinggian sadel dengan benar. Efeknya akan terasa jika kita akan menempuh jarak yang cukup jauh pasti kaki akan terasa pegal atau bisa mengalami keram di kaki. Selain itu juga tenaga untuk mengayuh pedal menjadi kurang optimal jika tidak mengatur ketinggian sadel dengan benar. Para goweser pemula biasa melakukan kesalahan ini karena mereka beranggapan jika sadel tidak terlalu tinggi akan lebih memudahkan mereka saat melakukan pemberhentian jadi kaki tidak terlalu menjinjit. Untuk yang ingin melakukan setting ketinggian sadel dengan benar bisa ditonton videonya berikut ini.

BACA JUGA:  Pakai sarung tangan saat gowes

2. Penggunaan / Pengaturan Gear Yang Kurang Sesuai

Kesalahan kedua ini sering saya temukan pada goweser yang mungkin sebenarnya juga sudah mengenal sepeda sejak lama atau melakukan aktivitas bersepeda sejak lama. Saya lebih menemui kesalahan ini ketika melakukan tanjakan. Para goweser-goweser ini banyak menggunakan kombinasi chainring gear 1 (gear paling kecil) dengan sprocket gear tengah 5-7. Memang tidak mengapa jika power si goweser kuat untuk melibas tanjakan dengan kombinasi seperti itu. Namun kesalahannya adalah posisi rantai dengan kombinasi yang saya sebutkan diatas menjadi tidak lurus. Efek seperti ini bisa membuat umur rantai sepeda kita menjadi pendek atau telaknya rantai sepeda kita putus saat sedang menanjak. Jika memang sahabat gowes sering melakukan kesalahan ini segera diperbaiki yah.

3. Salah Dalam Peletakkan Telapak Kaki Di Pedal

Ini juga kesalahan umum yang mimin sering temukan dan mimin terkadang juga melakukan kesalahan ini sejak zaman-zaman mimin bersekolah menggunakan sepeda. Kebanyakan orang menggunakan telapak kaki bagian tengah untuk mengayuh pedal. Sebenarnya hal ini salah gaes. Mengayuh sepeda dengan menggunakan telapak kaki di bagian tengah akan membuat energi kita tidak tersalurkan di pedal secara sempurna. Peletakan telapak kaki yang benar di pedal adalah kurang lebih 1/3 dari ujung jari-jari kaki kita. Teman-teman bisa melihat sepatu khusus sepeda yang menggunakan clip di bagian bawahnya, coba lihat letak clip tersebut di sepatunya pasti letaknya tidak di bagian tengah.

4. Mengabaikan Peralatan Keselamatan

Bersepeda juga sama seperti kita mengendarai sepeda motor. Hanya bedanya motor digerakkan oleh mesin sedangkan sepeda digerakkan oleh kita sendiri sebagai tenaganya. Masih banyak orang-orang yang mempunyai hobi bersepeda mengabaikan hal yang satu ini. Mereka berpikir untuk apa membeli perlengkapan seperti helm, sarung tangan ataupun peralatan keselamatan yang lain kalau bersepedanya hanya hobi yang tidak dilakukan secara rutin atau hanya bersepeda saat acara CFD saja. Ini tentu saja salah sahabat goweser, bagaimanapun kita harus tetap memperhatikan keselamatan diri kita. Selain membuat nyaman saat kita bersepeda tentu kita juga akan terasa aman.

BACA JUGA:  Penemuan terbaru sepeda!!

5. Tidak Menaati Peraturan Lalu Lintas

Di beberapa kota-kota besar di Indonesia ini masih belum ada fasilitas jalan khusus bagi pengendara sepeda. Mau tidak mau yah harus berbagi jalan dengan pengendara kendaraan bermotor yang lain. Berarti yah mau tidak mau juga kita harus mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Mimin sering sekali melihat para goweser yang bike to work / school selalu mengabaikan rambu-rambu lalu lintas menerobos lampu merah. Jangan mentang-mentang menggunakan sepeda jadi kita bisa mengabaikan peraturan lalu lintas tersebut. Hal tersebut sangatlah berbahaya sahabat goweser! Setidaknya patuhilah peraturan lalu lintas yang ada, kan demi keselamatan diri kita sendiri juga.

Demikian kesalahan bersepeda yang sering ditemukan yang dapat mimin share kepada kawan goweser, semoga bermanfaat. salam gowes!