Kampanye positif kreatif

April 11, 2016 - 3 minutes read

Kampanye positif kreatif

Dewasa banyak banget kampanye yang saling menyerang dan bersifat negatif, mimin elemtnmtb sangat suka Kampanye positif kreatif yang satu ini.

Perubahan iklim disadari atau tidak sudah terjadi. Dampaknya tidaknya dirasakan satu atau dua negara, tapi seluruh umat manusia yang ditinggal di bumi. Sayang isu tersebut masih belum mendapatkan perhatian masyarakat.
Hal itulah yang membuat Daniel Price (27) seorang doktor di bidang Oceanologi kebangsaan Inggris untuk bersepeda keliling dunia untuk mengkampanyekan isu tersebut.

Daniel mengawali perjalanannya dari Pole Antartika (kutub selatan) dengan sepeda pada 21 April 2015 lalu menuju Paris, Prancis. Dalam perjalannya tersebut dia membuat video dokumenter terkait dengan perubahan iklim di berbagai negara yang dilewatinya dan menguploadnya ke media sosial. Pertama kali sampai Indonesia dia berada di Bali, kemudian melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.

“Saya sampai Yogya lima hari lalu. Perjalanan ini untuk mengampanyekan perubahan iklim, menyadarkan orang-orang di dunia tentang perubahan iklim dan dampaknya terhadap bumi,” katanya di Yogyakarta, Senin (25/5).
Dia menjelaskan perjalanannya tersebut nantinya akan berakhir di Prancis sebelum tanggal 21 Desember 2015, sebab saat itu akan digelar konferensi United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Conference of Parties-21 (COP-21) di Paris.

“Kenapa dari kutub, karena di sana kita bisa melihat dengan jelas bagaimana perubahan iklim tersebut terjadi. Dan di Paris nanti akan ada pertemuan yang membahas perubahan iklim internasional, karena itu kampanye ini disebut Pole to Paris,” terangnya.

Selama perjalanan dia membuat video dokumentasi untuk disebar ke media sosial. Di Yogyakarta dia membuat video pendek yang bercerita tentang nelayan di pantau Pandansimo yang membuat kincir angin untuk memenuhi kebutuhan listrik dan menjalan usahanya. Menurutnya kisah tersebut bisa menginspirasi banyak orang untuk memanfaatkan energi angin sebagai sumber energi barukan yang ramah karena tidak menghasilkan gas emisi.

BACA JUGA:  Menikmati Car Free Day dengan keluarga

“Dari energi itu nelayan bisa memproduksi es untuk menjaga ikan tetap segar, selain itu mereka juga gunakan sebagai penerangan. Ini langkah yang tetap sejalan dengan program pengurangan gas emisi pemerintah Indonesia. Kita tahu gas emisi ini yang membuat bumi semakin panas dan dampaknya es di kutub mencair,” tambahnya.

Video dan cerita perjalanan Daniel ini bisa kawan-kawan akses melalui facebook dan twitter dengan search words “Pole to Paris”. Dia berharap dengan cerita dan video tersebut masyarakat menjadi sadar bagaimana harus berbuat untuk menyelamatkan bumi dari perubahan iklim.

“Ini semacam misi menyelamatkan bumi, tapi ini tidak mudah untuk meyakinkan orang, karena isu perubahan iklim ini cenderung membosankan bagi orang umumnya,” tandasnya. salam goweser!