Dr. Steven Fabes, bertemu laba-laba black widow, ular kobra, kalajengking, singa, hingga serangan teroris, Ia mengelilingi 73 negara untuk membantu masyarakat

October 30, 2017 - 3 minutes read

Gowes sepeda gunung bisa dilakukan siapapun, termasuk seorang dokter untuk berkeliling dunia. Dilansir dari dailymail.co.uk, banyak pengalaman yang sudah dialami oleh seorang dokter yang bernama Steven Fabes. Dari diserang laba-laba black widow, kalajengking, ditahan dengan diancam pistol di peru, dll. Pengalaman yang sangat menakutkan, tapi juga membuatnya senang untuk dapat membantu orang lain. Dia gowes sepeda ke banyak tempat dari Eropa, Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah, Amerika Utara, Australia, dan Asia. Ia pun membuat blog dan menamainya Cycling the 6

“Saya haus akan sebuah petualangan, dan sebuah tantangan baru. Saya juga berharap bisa menyederhanakan hidup saya untuk sementara waktu – sedikit memiliki barang, sedikit uang, tidak ada tenggat waktu atau jadwal. Saya ingin melihat, mengalami dan belajar tentang dunia secara dekat. Dan itu semua mungkin dengan sepeda,” kata Fabes kepada MailOnline Travel.

Dalam perjalanannya, dia mengayuh sepeda ke gunung, gurun, dan ke tempat0tempat yang menakjubkan lainnya. Ada banyak kasus yang membuat hatinya iba yang terjadi di beberapa negara, seperti kemiskinan, kekurangan gizi, dan bertemu dengan mereka yang terpinggirkan karena HIV, kusta, penghuni kumuh, suku nomaden, bahkan dia juga menyaksikan serangan teroris.

Laba-laba black widow, kalajengking, singa, dan banyak ular, serta binatang lainnya, sudah menemaninya.

Di usianya yang 35 tahun ini, ia juga mengatakan bahwa ia pernah mengalami hal-hal yang sulit. Hal sulit yang ia pernah alami adalah ketika ia menghampiri Mongolia, tempat yang sepi dan juga sulit, apalagi ditambah dengan cuaca yang saat itu minus 35 derajat di malam hari. Wah nda kebayang deh dinginnya kayak apa. Tidak hanya itu saja, ia juga pernah mengunjungi rumah sakit sebagai seorang pasien sekaligus sebagai seorang medis.

BACA JUGA:  Tips dan Trik Memilih Sadel Sepeda Gunung

Dokter dari Oxford itu pernah mengalami operasi lutut karena hampir satu inci tulang rawan pecah dari tulang paha. Ia juga pernah terkena demam berdarah di Malaysia, dan diserang di Mesir ketka tengah malam oleh sekelompok anak muda yang mencoba untuk merampoknya. Di Ekuador, seorang anak juga ada yang mabuk menikamnya dengan jari.

Pada suatu malam, ia juga pernah ditodong oleh seorang pria dengan sebuah pistol. Sesaat setelah ia menenangkan pria tersebut, ia pun mencoba untuk berbicara kepadanya. Ternyata ia tinggal di tempat yang miskin, dan tinggi akan kriminalitas, ia juga sedang berjuang untuk membantu istri serta ketiga anaknya. Meski demikian, akhirnya dokter ini pun membagikan sup dengannya dan membantunya.

Walaupun menemui banyak bahaya, perjalanan itu membawa dampak positif bagi masyarakat yang ia temui.

“Sepeda mampu mengatasi rintangan dan membawa saya lebih dekat ke masyarakat setempat. Ini cara murah untuk bepergian dan memberi saya cukup waktu untuk menghargai detail kehidupan orang-orang. Saya senang melihat dunia dengan perlahan melalui setang saya,” katanya.

“Saya melihat sendiri denyut kehidupan dari negara-negara yang berbeda dibandingan dengan negara saya. Bahkan negara yang terisolasi untuk sementara waktu, yang bagi saya akan memberikan rasa petualangan tersendiri. Ethiopia, Myanmar, Mongolia adalah contoh yang bagus untuk maksud itu.”

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,