Diet untuk pesepeda Professional

August 4, 2016 - 4 minutes read

Diet untuk pesepeda Professional

Diet untuk pesepeda Professional sangatlah penting. Mengapa? Hal ini mengingat aktivitas fisik terkait erat dengan kebutuhan energi, energi berhubungan dengan kalori misalnya, dan kesemuanya tersedia dari asupan makanan. Oleh sebab itu komposisi diet perlu diatur/dijaga untuk mendapatkan ketersediaan sumber energi yang optimal sebelum, selama dan setelah aktivitas bersepeda tersebut.

Diet untuk pesepeda Professional

Kebutuhan Kalori Pesepeda
Kebutuhan kalori untuk pesepeda bervariasi berdasarkan jenis kelamin, usia, jarak dan intensitas aktivitas bersepeda yang ditempuhnya. Menurut christine rosenbloom dalam buku “sports Nutritions”, meneliti konsumsi energi untuk pesepeda pria secara kompetitif berkisar rata-rata antara 4,100 sampai 5.600 kalori per hari selama musim balap sepeda, perempuan rata-rata 2,900 sampai 3.000 selama pelatihan.
Kebutuhan kalori ideal ini melahirkan ketentuan diet bagi para pesepeda untuk makan sebelum, selama dan setelah menjalani aktivitas bersepeda. Hal ini guna menghindari merasa lapar dan menjaga berat badan sekaligus memastikan cukup kalori yang dikonsumsi (kalori yang dikonsumsi terserap optimal sebagai energi).

Komposisi Diet Bagi Pesepeda
Menu diet yang seimbang antara jumlah kalori dari karbohidrat, lemak dan protein akan membantu memastikan kinerja selama bersepeda. American Academy of Orthopedic Surgeons menyatakan bahwa menu diet atlet harus terdiri dari 60 persen sampai 70 persen ( jumlah kalori ) dari karbohidrat, 20 persen hingga 30 persen dari lemak dan 12 persen hingga 15 persen dari protein .
Rosenbloom merekomendasikan pesepeda mengkonsumsi 65 persen ( jumlah kalori ) dari karbohidrat, 15 persen sisanya dari protein dan kalori dari lemak. Dia merekomendasikan pesepeda mengkonsumsi 3,6 untuk 4,6 g karbohidrat per pon berat badan dan 0,55 hingga 0,64 gr protein per pon berat badan.

BACA JUGA:  Fakta-fakta unik Lance Armstrong

Kecukupan Cairan Dalam Tubuh
Air adalah umum dikonsumsi selama pelatihan bersepeda dan dalam event balap sepeda sekalipun. American academy of orthopedic Surgeons menyatakan bahwa atlet membutuhkan cairan dalam tubuh lebih banyak dibanding konsumsi cairan manusia pada umumnya per hari. Dalam kajian mereka disebutkan bahwa air dingin adalah terbaik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dalam kurun waktu satu jam atau kurang dalam menjalani aktivitas bersepeda.
Rosenbloom merekomendasikan pesepeda mengkonsumsi 600ml air sebelum mulai bersepeda, 150ml setiap 15 menit selama bersepeda dan 900 hingga 1200ml setelah pasca bersepeda.

Minuman Olah Raga Bagi Pesepeda
Minuman olahraga direkomendasikan untuk endurance selama aktivitas fisik berlangsung lebih lama dari satu jam. American academy of orthopedic Surgeons merekomendasikan atlet mengkonsumsi minuman olahraga mengandung dengan kandungan 6 hingga 10 persen karbohidrat, untuk membantu daya tahan (endurance) lebih lama dan kondisi tetap terhidrasi.
Rosenbloom menyatakan bahwa minum minuman olahraga selama bersepeda akan membantu menciptakan kondisi ideal asupan 30 hingga 60 g karbohidrat per jam selama aktivitas olahraga.

Pentingnya Karbohidrat Selama Bersepeda
Bersepeda, olahraga, maupun aktivitas fisik lainnya tidak bisa lepas dari sumber energi yang satu ini, karbohidrat. Rosenbloom merekomendasikan konsumsi kargohidrat selama menjalani aktivitas bersepeda untuk memaksimalkan performa. Karbohidrat yang dikonsumsi selama bersepeda seharusnya terdiri dari makanan tinggi karbohidrat yang mudah untuk dicerna sehingga cepat dikonversi menjadi kalori/energi. Dicontohkan jenis makanan dengan kandungan tinggi karbohidrat seperti ini diantaranya: energy bars, energy gels, buah-buahan yang dikeringkan, crackers, bagelen dan sejenisnya.

Konsumsi Karbohidrat Setelah Bersepeda
Dinyatakan bahwa konsumsi karbohidrat setelah bersepeda juga sama pentingnya. Hal ini terkait dengan proses pemulihan otot-otot yang telah bekerja pasca bersepeda. Rosenbloom merekomendasikan bagi pesepeda untuk mengkonsumsi 100gr karbohidrat dalam rentang waktu 1 jam selepas bersepeda, dan selanjutnya 100gr setiap 2 jam berikutnya hingga tiba waktu makan besar.
Rosenbloom juga menyatakan bahwa menkonsumsi sejumlah protein bersama karbohidrat setelah bersepeda akan proses pemulihan otot-otot tersebut lebih cepat.

BACA JUGA:  Ini dia jumlah kalori yang terbakar kalau bersepeda.

Nah, demikian tips “Diet untuk pesepeda Professional” yang dapat mimin bagikan, apabila kawan menjalani aktivitas bersepeda professional, alangkah baiknya kita tidak menganggap remeh rasa letih yang mendera, apalagi setelah bersepeda pada jarak jauh, rasa lelah dapat saja menhinggapi hingga berhari-hari. Sehingga produktivitas kita juga bisa berkurang. So ga ada salahnya buat menerapkan tips diatas bukan? sekalipun bersepeda just for fun 🙂 Salam gowes!