Bersepeda vs Berlari

February 18, 2016 - 2 minutes read

Bersepeda vs Berlari

Saat ingin menurunkan berat badan, bersepeda dan berlari (joging) merupakan aktivitas fisik kardiovaskular yaang bisa menjadi pilihan. Kedua latihan ini sama-sama melibatkan otot-otot besar, memperkuat kaki dan meningkatkan metabolisme. Namun, tetap penting mempertimbangkan keadaan fisik Anda seperti cedera yang pernah dialami ketika memilih latihan penurun berat badan. Efektivitas pembakaran kalori bersepeda atau berlari sangat tergantung pada panjang dan intensitas latihan.

Berlari vs. Bersepeda
Berlari atau joging melibatkan gerakan memompa lengan dan mengayunkan kaki sehingga memicu pembakaran kalori lebih banyak dari bersepeda.
Menurut Hirofumi Tanaka, direktur Cardiovascular Aging Research Laboratory di University of Texas, Austin, berlari membakar sedikit lebih banyak kalori dari bersepeda.
Perhitungan yang dilakukan oleh American College of Sports Medicine menemukan bahwa orang dengan bobot 75 kg yang berlari 4 menit per km mampu membakar sekitar 1.000 kalori.
Sedangkan orang yang sama dan bersepeda dengan kecepatan 35 sampai 40 km/jam akan kehilangan sekitar 850 kalori.

Mengurangi Lemak Tubuh
Asam lemak digunakan sebagai sumber energi selama aktivitas kardiovaskular sehingga turut mengurangi persentase lemak tubuh.
Sebuah studi yang diterbitkan di “International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism” meneliti 10 atlet laki-laki yang bersepeda dan berlari untuk menentukan mana yang memiliki metabolisme lemak lebih tinggi.
Para peneliti menemukan bahwa berlari lebih signifikan dalam membakar lemak dibandingkan bersepeda dengan intensitas yang sama.

Mencegah Cedera

Meskipun penelitian menunjukkan berlari lebih efektif dalam membakar kalori, berlari adalah latihan dengan resiko cedera lebih tinggi dibandingkan bersepeda.
Ini berarti bahwa seseorang lebih mungkin mengalami cedera saat berlari dibandingkan bersepeda.
Bersepeda tidak mengakibatkan tekanan terlalu besar pada sendi dan membuatnya lebih mudah dilakukan untuk jangka waktu lama.
Oleh karena itu, mereka yang rentan cedera, seperti orang lanjut usia atau orang dengan masalah lutut dianjurkan untuk memilih latihan bersepeda, alih-alih melakukan joging.

BACA JUGA:  Beberapa alat penunjang lain ketika bersepeda gunung

Pertimbangan Pribadi

Kondisi Anda harus menjadi faktor penentu dalam memilih metode latihan terbaik. Misalnya, seseorang dengan masalah sendi lutut dapat memilih bersepeda agar lutut tidak mengalami tekanan berlebih. Anda juga harus menikmati aktivitas kebugaran yang Anda lakukan. Oleh karena itu, untuk menghindari kebosanan ada baiknya kita mengkombinasikan antara dua jenis kegiatan ini, yaitu berlari yang mungkin terkadang diselingi bersepeda. semoga membantu kawan goweser, salam gowes!