Bersepeda ke sekolah meningkatkan konsentrasi anak

February 2, 2016 - 2 minutes read

Bersepeda ke sekolah meningkatkan konsentrasi anak

Apakah sang buah hati sulit berkonsentrasi ketika belajar di sekolah? Kalau begitu, mulai saat ini biasakan mereka untuk berjalan kaki atau bersepeda saat hendak pergi ke sekolah.

Seperti yang dilansir Medical Daily belum lama ini, sebuah riset di Denmark membuktikan anak-anak yang menggerakkan seluruh tubuhnya, semisal berjalan atau bersepeda, sebelum bersekolah memiliki daya konsentrasi yang baik.

Dalam riset yang dilakukan beberapa universitas di Copenhagen dan Aarhus itu, para peneliti melibatkan 19.527 murid berusia 5 sampai 19 tahun. Para partisipan diminta untuk menjelaskan kebiasaan berolahraga dan pola makan mereka.

Awalnya riset tersebut bertujuan untuk mengetahui relasi antar pola makan dan daya konsentrasi anak di sekolah. Namun para peneliti malah menemukan keterkaitan antar olahraga dan daya konsentrasi.

Efeknya pun dinilai cukup mencengangkan. Niels Egelund, seorang peneliti dan penulis riset tersebut, bahkan menyebut kemapuan murid tingkat tiga yang bersepeda ke sekolah sama seperti murid setengah tahun di atas mereka.

Sebagai catatan, Niels menyebut bahwa efek olahraga baru bisa dirasakan dirasakan empat jam kemudian.

Niels menambahkan, efeknya tak hanya bertahan satu atau dua jam saja, tapi dalam waktu yang cukup lama.

“Hampir semua orang sudah tahu betapa segarnya usai berolahraga, tapi yang cukup mengagetkan adalah efeknya yang dapat bertahan lama,” ujar Niels.

Temuan ini tentu saja menguatkan hasil riset sebelumnya yang mengungkapkan pengaruh olahraga pada anak, baik secara fisik maupun psikis.

Baru-baru ini, sebuah riset di Australia mengungkap anak yang aktif cenderung lebih sehat dibanding mereka yang tidak. Untuk hidup yang sehat, para peneliti dalam riset tersebut menyarankan para orang tua mendorong anak sering berolahraga ketimbang mengatur diet mereka.

BACA JUGA:  Tips membeli sepeda gunung second

Sementara itu, riset lainnya mengungkap anak yang aktif bergerak cenderung lebih bahagia dibanding anak yang menghabiskan waktunya hanya dengan duduk-duduk.